‘Belajar dari Ayam dan Bebek’
Komunikasi dua macam bahasa sangat mungkin memberikan pengertian yang berbeda. Makna akan dipahami berbeda dan melenceng dari apa yang dimaksud sehingga menimbulkan ‘slip komunikasi’ yang menarik, lucu, dan mengundang tawa yang menghibur terkadang juga bisa bikin emosi.
Sebuah program spesial dari Radio Erabaru FM ‘Ji Tong Ya Jiang’ (Dialog Ayam dan Bebek) dengan mengedepankan bahasa daerah Tiociu dan hokkian, dua bahasa daerah yang dominan dipergunakan disamping bahasa daerah yang lain. Sisi humanis ‘humor’ dengan mengusung pesan-pesan moral menjadi daya tarik acara ini.
Acara ini sangat bermanfaat menjembatani bagi segmen pendengar yang kurang memahami bahasa Indonesia ataupun Mandarin sehingga dapat menerima informasi sebaik-baiknya. Dengan bahasa daerah yang mereka pahami maka mereka akan memahami informasi yang diberikan (melalui radio) sehingga fungsi education radio dapat diperankan. Keterbatasan bahasa dari segmen pendengar dari kalangan Tionghoa di Batam, Pulau Bintan, Karimun, dan pulau-pulau sekitarnya yang kurang memahami bahasa Indonesia dan Mandarin dan hanya bisa mengerti bahasa daerah, dapat tersampaikan di program ini.
‘Singkatnya mengakomodasi kesenjangan bahasa bagi beberapa kalangan (Tionghoa) yang terbatas kemampuan bahasanya,’ kata Asien, salah seorang penyiar Ji Tong Ya Jiang berbahasa Hokkian. “Mayoritas warga tionghoa di batam ini memakai bahasa tiociu dan hokkian jadi kita gabungkan aja untuk acara dengan basis bahasa daerah,” tambahnya.
Tema program ini beragam meliputi budaya dan tradisi, misalnya hari raya Imlek, cap go meh, bacang, bulan hantu dan lain-lain. Ada juga dibahas permasalahan yang terjadi di seputar kehidupan sehari-hari seperti bagaimana pendapat pendengar tentang menghukum anak lewat memukul? Guru memukul anak kita, masalah kekerasan rumah tangga, dan lain-lain yang dikaitkan dengan budaya tionghoa sendiri. Bagaimana tanggapan pendengar. Bakti kepada orang tua, berbuat baik akan mendapatkan balasan yang baik, berbuat jahat akan mendapatkan balasan yang jahat. Kesemuanya dibahas dengan ringan dan relaks sehingga tidak terkesan menggurui dan disukai oleh segala lapisan umur mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Tentu saja pendengar dapat berinteraktif langsung di nomor 0778 451422.
Lagu-lagu daerah tiociu dan hokkian yang diputar semakin mendekatkan acara ini ke hati pecintanya. Lagu-lagu imlek tiociu, seperti Xing a gong a ma bai nian, Xin nian wu long you wu shi atau lagu-lagu hokkian Bang tiong lang, Bo kang bang, Mu qin, dan lain-lain cukup akrab di telinga pendengar. Banyak yang suka lagu-lagu tersebut. Bahkan ada saja pendengarnya yang datang ke studio memberikan atau meminjamkan CD (Compact Disc) lagu-lagu Tiociu dan hokkian untuk menambah koleksi lagu kedua bahasa daerah tersebut.
Bagi penyiarnya, membawakan siaran dengan bahasa yang berbeda tidak terlampau sulit. Meski mereka dituntut untuk memahami bahasa ‘lawannya,’ Amoy dan Asien, dua dara cantik yang membawakan acara ini, mengaku cukup banyak belajar bahasa melalui acara tersebut. “Bahasa tiociu dan hokkian hampir-hampir mirip, jadi nggak terlalu susah juga nggabunginnya. Saya banyak belajar bahasa hokkian dari Asien dan juga pendengar. Bahasanya kan agak-agak mirip dengan tiociu. Ngertilah bahasa hokkian, tapi jangan yang susah-susah ya,” ujar Amoy penyiar yang berbahasa Tiociu. “Dan jarang lho ada acara radio seperti ini,’ pungkasnya.
Acara yang disiarkan seminggu sekali ini telah lama mengudara dan mendapat animo besar dari pendengarnya bahkan banyak yang meminta jam siaran ditambah. Nah…bagi yang ingin mendengarkan kedua ‘ayam dan bebek’ ini ‘bercengkerama’ staytune saja di Erabaru 106.5 FM setiap hari Minggu pukul 18.05 – 20.00 WIB, dan pasti anda tambah wawasan serta dijamin terhibur karenanya. Tentu saja dengan catatan anda memahami bahasanya.
Data Program Acara
Nama Program : Ji Tong Ya Jiang
Penyiar : Amoy dan Asien
On Air : Setiap Minggu
Pukul : 18.05 – 20.00 WIB
Bahasa Pengantar : Tiociu dan Hokkian
