“Karantina dulu diri sendiri. Konsumsi makanan berkualitas, tambah vitamin, lakukan penyemprotan, pakai masker, yang bersentuhan langsung dengan babi, cuci tangan dan kaki memakai sabun dan lain-lain,” jelas dr. Samuel Tampubolon dari Dinas Kelautan Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam saat menjadi narasumber di program Detak Naga Timur, Sabtu (5/7). Acara yang on air pukul 11.00-12.00 wib tersebut, dipandu Didi dan membahas sekitar merebaknya flu babi.
Bp. Samuel menjelaskan bahwa flu babi merupakan famili dengan flu burung. Sebenarnya tingkat patogenitas atau penyebarannya flu babi lebih rendah dibandingkan flu burung. Namun karena penyebaran terlalu banyak, mobilitas terlalu tinggi mengakibatkan perputaran virus tinggi sekali. Misalnya warga Singapura mobilitas tinggi liburan ke Bali, Amerika, Thailand dll. Penyebaran menjadi sangat cepat.
Sejak terjadinya kasus di Meksiko, meski sedikit peternak babi. Karena pas diperiksa, diteliti memang strain virus H1N1 yaitu flu babi. Reservoar memang dari babi. Perlu diingat bahwa strain H1N1 bukan hanya di babi, ayam, manusia, ikan paus ada juga. Karena reservoarnya dari babi. Di tubuh babi bisa mencampur beberapa virus. Sangat menular sekali atau patogenik. Dari WHO sampai saat ini belum bisa dipastikan bahwa virus yang terjadi sekarang percampuran dari virus babi, burung, dan manusia. Melihat kematian di Meksiko, Australia, dan Asia telah menjadi pandemik flu.
“Untuk saat ini memang terimage H1N1 adalah babi. Khusus di Batam bahwa program pemerintah Batam ke depan adalah penertiban ternak babi. Dari segi kebijakan ada Perda di Batam. Sebenarnya untuk tata ruang di Batam diplot hanya untuk perekonomian dan pariwisata bukan peternakan. Dilarang ada peternakan,” katanya.
Lalu bagaimana gejala-gejala terkena flu babi. Bp. Samuel menjelaskan, bahwa diantara gejala flu babi adalah demam tinggi diataa 38 derajat C, badan ngilu, diare, batuk, pilek, letih, lesu, nafas cepat, sesak nafas. Tapi untuk memastikan harus diambil sample lendir untuk diperiksa di laboratorium. Untuk menentukan strain virusnya apa. Rujukan di RSOB Batam.
Pencegahannya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, khususnya ternak babi. Bagi para pekerja yang bersentuhan langsung dengan babi, segera cuci tangan kaki memakai sabun dengan air mengalir. Alat-alat angkut ternak babi harus di semprot atau didesinfektan. Kurangi dulu tourism, ke Singapura, Malasyia.
Apabila kita merasakan berbagai gejala, flu berhari-hari, diare, agar segera ke Puskesmas terdekat. Jangan kelamaan, segera periksa di Puskesmas atau dokter agar bisa dirujuk ke Rumah Sakit Otorita Batam, Sekupang. Masing-masing warga harus menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungannya.
“Semua sektor harus bersatu untuk menangkal flu babi dan menghadapi kejadian yang bakal terjadi,” pungkas Samuel.
... baca selengkapnya »»