Kasus Erabaru bergulir sejak 2007 silam, saat intervensi Kedubes China melalui suratnya ke lembaga negara di Indonesia, yang menggagalkan pengajuan perijinan. Jalur hukum diambil kasasi di Mahkamah Agung hingga saat ini. Untuk mengetahui kasus ini sejak awal (2007). Sementara itu Gugatan Ijin Siaran Radio (ISR) terhadap Dirjen Postel di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, dimenangkan pihak Radio Erabaru, pada Oktober 2010 lalu. Silahkan baca di Menu Kategori: KASUS HUKUM (di atas)

Januari 11, 2010

Konflik Dengan Mertua dan Cara Mengatasinya

Program konsultasi Psikologi edisi Senin (11/01) bersama psikolog dari Griya Medika Batam, Dinuriza Lauzi, M.Psi membahas tentang “Mengatasi Konflik Dengan Mertua." Menurutnya konflik dengan mertua disebabkan beberapa faktor, diantaranya dari pasangan menantu itu sendiri dan dari mertua. Dari sudut pandang mertua biasanya yang kerap terjadi masalah karena ia
beranggapan, orang tua masih mempunyai hak untuk mengurus rumah tangga anaknya.

“Orang tua beranggapan ia berhak mencampuri urusan rumah tangga anaknya atau menantunya. Untuk melihat sejauhmana keputusan dalam rumah tangga itu sempurna atau efektif. Tetapi ternyata ketika dia menemukan keputusan rumah tangga itu tidak cocok atau tidak pas, sehingga dia turut campur dengan mengatakan seharusnya begini dan begini,” katanya.

Penyebab lainnya yang biasa menimbulkan konflik adalah orang tua merasa memiliki jasa dalam mendewasakan anak dari segi pendidikan dan sebagainya. Namun saat ketika anaknya menikah hingga mulai terjadi jarak dalam kehidupannya, sehingga orang tua merasa berhak menerima balasan dari jasa yang telah ia berikan.

“Orang tua biasanya merasa takut kehilangan perannya selaku orang tua. Biasanya misalnya anaknya seorang perempuan yang biasa disayangi yang kemudian menikah, dia merasa menantunya mengambil perannya. Dia merasa tidak memilik figur yang disayangi lagi. Dia takut anak-anaknya kurang peduli terhadapnya,”tambahnya.

Menurut psikolog yang akrab dengan panggilan mbak Nisa, Faktor konflik yang terjadi diakibatkan dari menantu itu sendiri terkait dengan personality dan cara pandang menantunya. Misalnya dia menganggap urusannya hanya kepada suaminya atau istrinya dan tidak berhubungan dengan iparnya atau dengan orang tuanya.

Konflik juga terjadi diakibatkan faktor suami atau istri, misalnya dia tidak mampu menampilkan sesuai dengan perannya sebagai istri seperti terjadi terhadap wanita karir yang tidak memiliki anak. Konflik muncul saat keluarganya terus mendorongnya memiliki anak, hingga terus terjadi pertentangan atau pertengkaran antar kedua pihak.

Gesekan juga terjadi dari pihak suami. Misalnya si suami menikah dengan perempuan anak orang kaya. Sementara si suami tidak bisa memberikan kemapanan secara finansial, sehingga ia merasa dari pihak keluarga istrinya merendahkan dirinya.

“Hal-hal seperti inilah yang kadang-kadang menjadi gesekan. Biasanya adalah personality atau cara pandang menantu itu sendiri mempengaruhi tingkat interaksi mertua dengan menantu yang terus berkembang menjadi problem,” ujar mbak Nisa.

Dia menjelaskan konflik-konflik berat itu awalnya kadang-kadang berasal dari masalah kecil, misalnya ketidakcocokan kebiasan orang tua tersebut dari kehidupan sehari-hari seperti tentang masakan. Problem tersebut jika tidak segera di komunikasikan dengan baik antar kedua pihak, membuat terjadinya konflik berat yang berujung dengan perceraian.

“Satu hal yang perlu ditanamkan pada saat berumah tangga sebagai menantu, yang ditanamkan adalah saat menikah secara langsung menikahi keluarga besarnya. Jangan berpikir kalau menikah sama si suami atau si istri sehingga merasa tidak ada urusan dengan lainnya. Jadi, mulailah berpikir bahwa ketika menikah tidak hanya satu keluarga tapi juga terhadap keluarga besarnya,” katanya.

Sementara untuk melanggengkan kehidupan rumah tangga, sebaiknya jika selama ini tinggal serumah dengan mertua sebaiknya mencari cara untuk keluar dari rumah mertua. sedangkan agar komunikasi berjalan baik dengan mertua dan keluarganya, tidak ada salahnya mencari tahu kesukaan mertua dan mencari tahu bagaimana mereka menyukainya, sehingga mertua dan keluarganya beranggapan anda respect dengan mereka.

“Intinya kita harus mempersiapkan mental dan juga segala selalu berpikir ketika membina rumah tangga itu harus memulai dari segala sesuatu dengan mandiri. Yang akan di contoh oleh anak-anak. Selain itu yang penting dilakukan adalah jika ada suatu hal segera bicarakan dengan pasangan anda, untuk mengkomunikasikan permasalahan tersebut dengan keluarganya,” jelasnya.(as)

Artikel Yang Berhubungan



UNTUK TAMPILAN TERBAIK GUNAKAN MOZILLA FIREFOX SEBAGAI BROWSER ANDA
Radio Erabaru FM Batam - Xi Wang Zhi Sheng - Sound of Hope
Template by : kendhin x-template.blogspot.com