Batam - Pemuka agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Propinsi Kepri, menandatangani kesepakatan sekaligus menggelar halal bihalal untuk menjaga kerukunan antar umat beragama.
Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi konflik antar agama
Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi konflik antar agama
serta provokasi yang terjadi di luar Batam, seperti kejadian yang menimpa jemaat Gereja HKBP dan pembakaran Alquran beberapa waktu lalu. Kegiatan ini bertujuan sebagai menyatukan visi membangun Kepri yang aman dan tentram.
”Pemerintah berharap toleransi antar umat beragama lebih ditingkatkan. Apabila ada konflik jangan diselesaikan secara anarkis,” jelas Muhammad Sani kepada wartawan di Hotel Pusat Informasi Haji (PIH), Batam Center, Selasa (22/9).
Gubernur Kepri, Muhammad Sani, mengatakan bahwa kerukunan umat beragama di Kepri sampai saat ini cukup baik. Hal ini terbukti, warga Kepri yang berbeda agama tapi bisa hidup rukun dan damai. Ia menghimbau kepada seluruh pemuka agama khususnya di Batam agar senantiasa memberikan pemahaman kepada umatnya agar tidak mudah terprovokasi masalah propaganda negatif yang bernilai SARA.
Sementara Kapolda Kepri, Brigjen Pudji Hartanto mengatakan bahwa pada dasarnya Kepri punya modal yang baik dalam memelihara kerukunan umat beragama. Kapolda juga menekankan perlunya peran pemuka agama dalam mewujudkan keamanan daerah yakni dengan membangun kepercayaan kepada masyarakat.
“Pihak kepolisian mempunyai strategi mencegah sebelum terjadi ancaman untuk menjamin kerukunan antar umat beragama di Kepri” ujar Pudji.
Polda Kepri mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kepri untuk selalu menjaga kerukunan antar umat beragama, dan selalu tidak terprovokasi dengan adanya pemberitaan mengenai pembakaran kitap suci Al-Qur'an di salah satu negara bagian di Amerika.
Menurutnya kepolisian akan berusaha untuk menjadi fasilitator, memperkecil kemungkinan adanya gejolak.
"Kita terus mengimbau masyarakat jangan terprovokasi, jangan sampai mengambil langkah-langkah yang akan merugikan diri kita sendiri," pungkas Pudji. (ald/rhs)
”Pemerintah berharap toleransi antar umat beragama lebih ditingkatkan. Apabila ada konflik jangan diselesaikan secara anarkis,” jelas Muhammad Sani kepada wartawan di Hotel Pusat Informasi Haji (PIH), Batam Center, Selasa (22/9).
Gubernur Kepri, Muhammad Sani, mengatakan bahwa kerukunan umat beragama di Kepri sampai saat ini cukup baik. Hal ini terbukti, warga Kepri yang berbeda agama tapi bisa hidup rukun dan damai. Ia menghimbau kepada seluruh pemuka agama khususnya di Batam agar senantiasa memberikan pemahaman kepada umatnya agar tidak mudah terprovokasi masalah propaganda negatif yang bernilai SARA.
Sementara Kapolda Kepri, Brigjen Pudji Hartanto mengatakan bahwa pada dasarnya Kepri punya modal yang baik dalam memelihara kerukunan umat beragama. Kapolda juga menekankan perlunya peran pemuka agama dalam mewujudkan keamanan daerah yakni dengan membangun kepercayaan kepada masyarakat.
“Pihak kepolisian mempunyai strategi mencegah sebelum terjadi ancaman untuk menjamin kerukunan antar umat beragama di Kepri” ujar Pudji.
Polda Kepri mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kepri untuk selalu menjaga kerukunan antar umat beragama, dan selalu tidak terprovokasi dengan adanya pemberitaan mengenai pembakaran kitap suci Al-Qur'an di salah satu negara bagian di Amerika.
Menurutnya kepolisian akan berusaha untuk menjadi fasilitator, memperkecil kemungkinan adanya gejolak.
"Kita terus mengimbau masyarakat jangan terprovokasi, jangan sampai mengambil langkah-langkah yang akan merugikan diri kita sendiri," pungkas Pudji. (ald/rhs)
