Program yang disiarkan pukul 14.00 – 15.00 wib tersebut mengangkat tema "Diare Akut dan Pencegahannya". Hadir sebagai narasumber Dr. Ery Rachma dari Rumah Sakit Awal Bros Batam. Program "Info Sehat" ini merupakan kerjasama Radio Erabaru dengan Rumah Sakit Awal Bros Batam.
Menurutnya penyebab diare itu yakni makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh serangga atau tangan yang kotor. Pada makanan tersebut karena ada parasit, virus, bakteri, alergi susu biasanya terjadi pada anak-anak, minum obat tertentu menyebabkan diare dan penyakit lain yang gejalanya adalah diare.
Dijelaskannya, diare itu terbagi menjadi dua macam, Yaitu diare akut dan diare kronis. Diare akut adalah timbul secara tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 14 hari. Diare ini disebabkan oleh bakteri atau parasit yang ditemukan pada makanan atau minuman. Sedangkan diare kronis adalah diare tersebut berlangsung lebih dari 14 hari walaupun sudah diobati lebih awal.
Gejala-gejala dari diare akut itu diketahui dari cairan air besar, jika disebabkan virus maka cairannya berbusa, bau amis dan cair. Jika disebabkan karena bakteri atau parasit, cairannya mengandung darah, lendir dan disertai sakit perut yang hebat.
"Diare akut bisa ditangani dirumah dalam keadaan darurat dengan pemberian cairan. Pemberian cairan bisa digunakan dengan cara penggunaan oralit dan pedialit. Jika tidak memiliki keduanya bisa bikin sendiri dengan satu gelas air kurang lebih 200 cc ditambahkan gula dengan dua sendok teh satu ujung sendok teh dengan garam, itu diminum setelah diare, mencret lagi kemudian minum lagi cairan itu," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan yang terpenting dalam pengobatan itu bahwa kehilangan elektrolit dan cairan yang bisa menyebabkan lemas dan dehidrasi. Untuk penanganannya adalah dengan pengobatatan pemberian cairan yang mengandung elektrolit dan cairan ion tubuh.
Sedangkan diare yang terjadi pada lansia biasanya terjadi diare kronis yang tidak hanya disebabkan virus atau bakteri, juga disebabkan penyakit lainnya seperti kencing manis. Selain itu pada lansia juga disebabkan dengan ususnya yang tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena harus diobati penyakitnya dan membatasi makanan yang berserat karena membuat usus bekerja lebih berat.
"Kalau pada lansia memang terjadi diare kronis yang juga disebabkan penyakit lainnya dan fungsi ususnya yang lemah. Maka harus tidak memberikan makanan yang tinggi serat, karena membuat usus bekerja berat agar supaya tidak terjadi diare," jelasnya.
Menjawab pertanyaan Risna tentang cara pemberian ukuran air larutan gula garam apakah untuk bayi atau orang dewasa, Dr.Rachma menjawab cairan tersebut bisa digunakan untuk bayi dan orang dewasa. Lebih lanjut Risna bertanya tentang anak-anak yang tidak mau meminum larutan garam. Dr. Rachma menjawab bagi anak-anak biasanya diberikan Pedialit yang terdiri dari tiga rasa yakni strawbery, jeruk dan tidak ada rasa.
Sementara Ani yang bertanya tentang tindakan medis yang dapat dilakukan dan pengobatan alami apa yang dilakukan pada saat terjadinya diare. Dr.Rachma menjawab yang harus dilakukan adalah dengan pemberian cairan. Sedangkan pengobatan alami tidak bermasalah dilakukan selama mampu menyembuhkan diare, jika lebih dari 5 kali tidak ada perubahan maka sebaiknya langsung saja dikonsultasikan ke dokter umum.
"Untuk diare pencegahannya intinya adalah cuci tangan yang bersih, makan makanan yang bersih, menghindarkan anak bermain dengan mainan yang terkontaminasi karena anak biasanya menggigit mainan yang kotor itu juga menyebabkan diare, menggunakan air yang bersih dan selanjutnya pada bayi yang terpenting adalah pencucian pada botol susu harus diantisipasi, harus tahu cara pencuciannya yang benar," jelasnya. (as)


































