Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Mari Elka Pangestu, bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, meninjau pelaksanaan operasi pasar beras yang digelar di sejumlah pasar tradisional di kota Jakarta, Senin (26/7). Operasi pasar beras ini merupakan hasil kerjasama pemerintah Indonesia dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk
mencegah semakin melonjaknya harga beras yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.
Operasi pasar beras ini digelar di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Papua. Dalam waktu dekat, operasi pasar ini juga akan digelar di Banten, Sumatera Utara, dan berbagai daerah lainnya yang menunjukkan gejala kenaikan harga yang signifikan.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Mari Elka Pangestu mengatakan bahwa Operasi pasar ini diharapkan mampu secara bertahap menormalkan kembali harga beras dan bahan-bahan kebutuhan pokok lainnya yang telah merangkak naik.

”Jadi memang trend-nya sudah dari bulan lalu meningkat, tapi belum meningkat lagi, kira-kira dia naik sekitar di bawah 5 persenan kalau kita lihat kenaikannya. Dari angka nasional yang sudah kita pantau, pasokan sampai dengan puasa dan lebaran, dan sampai akhir tahun, tidak ada masalah untuk semua komoditi, apakah itu beras, gula, daging ayam, daging sapi, telur dan lainnya sudah kita cek, tidak ada masalah jadi tidak harus khawatir,” katanya kepada NTDV.

Dalam inspeksinya, Menteri Perdagangan juga sempat berdialog dengan sejumlah pedagang bahan-bahan kebutuhan pokok untuk mengetahui kondisi harga terkini di pasar.

Badan Pusat Statistik Indonesia mencatat kenaikan signifikan pada sejumlah bahan pokok tertentu selama bulan Juli ini. Tercatat harga cabai rawit mengalami kenaikan sebesar 50,3 persen, sedangkan harga cabai merah mengalami kenaikan sebesar 45,7 persen.
Kenaikan harga ini menyebabkan harga cabai per kilogramnya nyaris setara dengan harga daging sapi per kilogramnya.
Diantara warga mengatakan bahwa Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok ini diduga kuat dipicu oleh naiknya tarif dasar listrik pada awal bulan Juli lalu, yang diikuti dengan kenaikan tarif jalan tol pada pertengahan bulan Juli 2010.
“Iya, ini memang berat untuk kita, apalagi seperti saya seorang pensiunan, walaupun saya tidak ada tanggungan anak lagi, tetapi untuk saya sendiri cukup berat, karena semua naik, listrik naik, bahan-bahan pokok naik,” kata Siti Aminah warga Jakarta.
Sedangkan Setiajaya Warga Jakarta lainnya berharap pemerintah bertindak mengatasi tingginya harga bahan makanan pokok yang meresahkan warga.
”Mudah-mudahan untuk ke depan bisa turun lagi, Apalagi sebentar lagi sudah memasuki bulan puasa,” harapnya. (ntdtv/sun/as)