Wakil ketua III DPRD kota Batam Aris Hardi Halim yang sebelumnya menjabat sebagai ketua badan Anggaran DPRD Batam periode 2004-2009 mengakui keberadaan taman tersebut memang tidak optimal.
"Taman ini awalnya dirancang sebagai sarana umum, masyarakat bisa menggelar berbagai aktivitas dan menyalurkan kreativitasnya disana, tapi memang saat ini tidak berfungsi seperti yang diharapkan," jelas Aris saat ditemui Erabaru FM dikantor belum lama ini.
Masyarakat pun saat ini masih belum merasakan manfaat dari taman tersebut, bahkan banyak yang bertanya-tanya terhadap fungsi taman dengan luas sekitar 700 m2 tersebut.
"Saya juga heran itu taman apa, nggak ada orang yang main disana," ujar Ahmad, salah seorang pedagang makanan di depan kantor Imigrasi Batam yang tepat berhadapan langsung dengan taman aspirasi.
Kabag Humas pemko Batam Yusfa Hendri mengakui jika selama ini taman aspirasi jarang dimanfaatkan oleh warga.
"Taman tersebut dibangun untuk menambah space atau ruang terbuka atau semacam landscape ditengah kota, sama halnya seperti Engku puteri. Tapi memang tidak teroptimalkan," kata Yusfa.
Oleh karena Yusfa mengatakan Pemko Batam saat ini sedang mencari pihak swasta yang bersedia mengelola taman tersebut.
"Saat ini Pemko juga mencari pihak swasta yang berkeinginan untuk mengelolanya. Kita akui taman ini perlu penambahan fasilitas tapi tampaknya tidak menjadi prioritas utama saat ini," pungkas Yusfa. (ar)

















