Jodoh – Ketua umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto mengatakan, akan menerapkan beberapa program penunjang yang menjadi prioritas untuk membantu pelaksanaan Free Trade Zone (FTZ) di kawasan Batam, Bintan dan Karimun (BBK) agar bisa terlaksana dengan maksimal. Hal tersebut, dikarenakan masih adanya ketidakjelasan penerapan FTZ khususnya di Kepri.
“Kita dari Kadin siap menerapkan beberapa program untuk memaksimalkan potensi yang ada di daerah untuk mengembangkan FTZ di kawasan BBK,” ujarnya usai pelantikan kepengurusan Kadin Kepri bersama Menteri Perindustrian RI M.S Hidayat, di Hotel Planet Holiday, Selasa (22/3).
Dijelaskannya, Kepri terutama di kawasan BBK, sangat berpotensi untuk pengembangan FTZ namun sampai saat ini masih belum tergarap dengan maksimal. Oleh karena itu Kadin dalam hal ini sangat berperan penting untuk penerapan suatu kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas.
Menurut Bambang, sebagai program yang akan diterapkan Kadin tersebut yakni, meningkatkan efektifitas hubungan komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah. Hal tersebut juga dibantu dengan adanya wakil di kabinet yang berasal dari Kadin yang bisa memahami aspirasi segala kebutuhan yang dihadapi oleh dunia usaha.
Sebagai pengusaha, dia juga mengajak agar kadin terus berjuang untuk memanfaatkan potensi yang ada di daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal. (ar/as)
“Kita dari Kadin siap menerapkan beberapa program untuk memaksimalkan potensi yang ada di daerah untuk mengembangkan FTZ di kawasan BBK,” ujarnya usai pelantikan kepengurusan Kadin Kepri bersama Menteri Perindustrian RI M.S Hidayat, di Hotel Planet Holiday, Selasa (22/3).
Dijelaskannya, Kepri terutama di kawasan BBK, sangat berpotensi untuk pengembangan FTZ namun sampai saat ini masih belum tergarap dengan maksimal. Oleh karena itu Kadin dalam hal ini sangat berperan penting untuk penerapan suatu kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas.
Menurut Bambang, sebagai program yang akan diterapkan Kadin tersebut yakni, meningkatkan efektifitas hubungan komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah. Hal tersebut juga dibantu dengan adanya wakil di kabinet yang berasal dari Kadin yang bisa memahami aspirasi segala kebutuhan yang dihadapi oleh dunia usaha.
Sebagai pengusaha, dia juga mengajak agar kadin terus berjuang untuk memanfaatkan potensi yang ada di daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal. (ar/as)
