Nagoya – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI membekali pemuda yang ada di daerah perbatasan termasuk wilayah Batam, dengan pelatihan pembangunan karakter pemuda bangsa mulai dari kewirausahaan, kepemimpinan, kepanduan kepeloporan hingga kesukarelawan yang berlangsung di Batam 30 Mei - 1 Juni 2011. “Kegiatan ini diharapkan menanamkan kepada
pemuda wawasan luas dan kreatif serta cinta akan bangsanya, ” jelas Asisten Deputi Koordinator Kepeloporan Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora M. Abud Musa’ad, kepada Erabaru FM, Selasa (31/5).
Dijelaskannya, melalui kesempatan ini para pemuda bangsa mengikuti pelatihan seminar dialog serta bentuk pelatihan lainnya pada 5 kelompok kerja, agar bisa menghasilkan pemuda yang berkualitas yang memiliki terobosan baru yang berguna bagi bangsa Indonesia.
“Setelah proses ini akan melahirkan pemuda yang berani dan menjadi benteng dari pengaruh yang mengancam keutuhan bangsa,” tambahnya.
Lokasi wilayah Batam yang sangat strategis berdekatan langsung dengan negara tetangga menjadi faktor penting memberi pelatihan pembangunan karakter bagi kaum muda di wilayah Batam.
Sebagai daerah heterogen dengan tingkat perekonomian yang tinggi, pembekalan menjadi sangat penting bagi generasi muda di perbatasan dan memahami apa yang menjadi hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam membela negara. (ar/as)
Dijelaskannya, melalui kesempatan ini para pemuda bangsa mengikuti pelatihan seminar dialog serta bentuk pelatihan lainnya pada 5 kelompok kerja, agar bisa menghasilkan pemuda yang berkualitas yang memiliki terobosan baru yang berguna bagi bangsa Indonesia.
“Setelah proses ini akan melahirkan pemuda yang berani dan menjadi benteng dari pengaruh yang mengancam keutuhan bangsa,” tambahnya.
Lokasi wilayah Batam yang sangat strategis berdekatan langsung dengan negara tetangga menjadi faktor penting memberi pelatihan pembangunan karakter bagi kaum muda di wilayah Batam.
Sebagai daerah heterogen dengan tingkat perekonomian yang tinggi, pembekalan menjadi sangat penting bagi generasi muda di perbatasan dan memahami apa yang menjadi hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam membela negara. (ar/as)
