Batam Centre – Penolakan kenaikan tarif air ATB kembali di suarakan oleh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam. Kali ini puluhan buruh berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Batam, Kamis (28/7). Ketua SPSI Batam, Syaiful Badri Sofyan mengatakan, pekerja yang mewakili masyarakat Batam menolak dengan tegas kenaikan tarif air dari ATB ditahun 2011,
termasuk rencana revisi yang akan dilakukan BP Batam. Karena akan berdampak pada naiknya biaya kebutuhan hidup kaum buruh di kota Batam.
“Pekerja dengan tegas menolak kenaikan tarif air ATB,” ujarnya.
Selain itu, serikat pekerja juga meminta dengan tegas kepada Walikota Batam dan ketua DPRD Batam, untuk menolak kenaikan tarif air ATB Batam secara nyata dan tidak melempar tanggung jawab. Dalam kesempatan ini, buruh juga meminta kepada kejaksaan Negeri Batam untuk mengust tuntas adanya upaya suap oleh pimpinan ATB.
Dalam orasinya, Syaiful bersama para pekerja juga tidak mempercayai kinerja dari anggota dewan, karena tidak adanya ketegasan dalam menentukan sikap terkait penyetujuan naik tarif air ATB atau tidak. Pekerja tidak ingin pembahasan-pembahasan yang dilakukan dewan yang dijadikan sebagai media untuk mendapat keuntungan, bukan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Batam, Jahuin Hutajulu yang menemui para pendemo mengatakan, bahwa sudah dari awal Komisi III dan DPRD umumnya menolak kenaikan tarif air ATB. Dengan alasan karena sejak awal DPRD tidak pernah diajak membahas kenaikan tarif.
“Minggu depan akan menggelar hearing, kami juga ikut sertakan teman-teman dari serikat pekerja untuk mendengarkannya,” kata Jahuin. (ar)
“Pekerja dengan tegas menolak kenaikan tarif air ATB,” ujarnya.
Selain itu, serikat pekerja juga meminta dengan tegas kepada Walikota Batam dan ketua DPRD Batam, untuk menolak kenaikan tarif air ATB Batam secara nyata dan tidak melempar tanggung jawab. Dalam kesempatan ini, buruh juga meminta kepada kejaksaan Negeri Batam untuk mengust tuntas adanya upaya suap oleh pimpinan ATB.
Dalam orasinya, Syaiful bersama para pekerja juga tidak mempercayai kinerja dari anggota dewan, karena tidak adanya ketegasan dalam menentukan sikap terkait penyetujuan naik tarif air ATB atau tidak. Pekerja tidak ingin pembahasan-pembahasan yang dilakukan dewan yang dijadikan sebagai media untuk mendapat keuntungan, bukan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Batam, Jahuin Hutajulu yang menemui para pendemo mengatakan, bahwa sudah dari awal Komisi III dan DPRD umumnya menolak kenaikan tarif air ATB. Dengan alasan karena sejak awal DPRD tidak pernah diajak membahas kenaikan tarif.
“Minggu depan akan menggelar hearing, kami juga ikut sertakan teman-teman dari serikat pekerja untuk mendengarkannya,” kata Jahuin. (ar)
