Studio - Sebagai wujud bakti anak kepada orang tua serta leluhurnya, umat Budha di Batam maupun Kepri sesuai dengan tradisi Tionghoa akan menggelar perayaan pattidana atau pelimpahan jasa pada bulan Agustus ini. Bhikkhu Tejapunno Thera mengatakan, berdasarkan tradisi pada bulan tujuh itu diyakini alam neraka terbuka sehingga yang masih hidup diberikan kesempatan untuk mendoakan mereka.
Ini dikatakannya saat talkshow di Radio Erabaru, Sabtu (06/8) pukul 11.00 – 12.00 wib. Namun demikian menurutnya, pintu neraka dan surga akan terbuka sewaktu-waktu.
Bhikkhu Tejapunno menjelaskan, barangsiapa yang melakukan kejahatan dia akan terlahir di alam menderita. Menurutnya kebajikan yang bisa dikondisikan kepada yang meninggal dunia, sebenarnya kepada makhluk-makhluk yang terlahir di alam petta.
“Jikalau terlahir dialam neraka sangat sulit untuk dibantu, karena kekuatan kebajikan kita yang tidak sampai kesana,” ujarnya.
Bhikku Tejapunno menuturkan, orang-orang yang selama hidupnya tidak memiliki prilaku, pikiran dan tindakan yang luhur dia akan terlahirkan di alam menderita. Ditegaskannya, semakin jahat orang semakin terlahirkan di alam neraka.
“Karena perbuatan buruk itulah terlahir di alam menderita,” jelasnya.
Dikatakannya untuk menggelar pelimpahan jasa, orang yang melakukannya itu harus memiliki kebajikan untuk menolong leluhur yang terlahir di alam menderita seperti menjalankan sila, meditasi dan membantu anak-anak yang terlantar.
Sekretaris Majelis Agama Budha Theravada Batam, Romo Suwarno Liang mengatakan, untuk acara berdana pada saat pattidana, Vihara Budha Manggala dan Cetiya Manggala siap menyalurkan bantuan baik materi dan sembako dengan menerima sumbangan umat dari tanggal 1-28 Agustus 2011.
Dijelaskannya, untuk acara pattidana akan digelar tidak hanya di Batam tapi juga digelar di seluruh Kepri. Untuk di Vihara Budha Ratana, Tanjung Balai Karimun akan digelar, Sabtu (13/8) dengan menghubungi Bapak Erik 08127080933, sedangkan di Batam akan digelar, Minggu (21/8) di Vihara Dharma Mulia, Batam Centre dengan menghubungi Bapak Suwarno 085264978288, Kemudian akan dilanjutkan di Vihara Guna Wijaya, Tanjung Pinang, Jumat (26/8) dengan menghubungi Romo Suni 08127061655, keesokannya di Tanjung Uban dengan menghubungi Bapak Soni 08127066665, kemudian terakhir di Batam digelar, Minggu pagi (28/8) di Vihara Cetiya Manggala, Batu Aji, dengan menghubungi Bapak Sutrisno 08192691451 sedangkan sorenya akan digelar di Vihara Budha Manggala dengan menghubungi Bapak Jumadi 0817837402. (as)
Bhikkhu Tejapunno menjelaskan, barangsiapa yang melakukan kejahatan dia akan terlahir di alam menderita. Menurutnya kebajikan yang bisa dikondisikan kepada yang meninggal dunia, sebenarnya kepada makhluk-makhluk yang terlahir di alam petta.
“Jikalau terlahir dialam neraka sangat sulit untuk dibantu, karena kekuatan kebajikan kita yang tidak sampai kesana,” ujarnya.
Bhikku Tejapunno menuturkan, orang-orang yang selama hidupnya tidak memiliki prilaku, pikiran dan tindakan yang luhur dia akan terlahirkan di alam menderita. Ditegaskannya, semakin jahat orang semakin terlahirkan di alam neraka.
“Karena perbuatan buruk itulah terlahir di alam menderita,” jelasnya.
Dikatakannya untuk menggelar pelimpahan jasa, orang yang melakukannya itu harus memiliki kebajikan untuk menolong leluhur yang terlahir di alam menderita seperti menjalankan sila, meditasi dan membantu anak-anak yang terlantar.
Sekretaris Majelis Agama Budha Theravada Batam, Romo Suwarno Liang mengatakan, untuk acara berdana pada saat pattidana, Vihara Budha Manggala dan Cetiya Manggala siap menyalurkan bantuan baik materi dan sembako dengan menerima sumbangan umat dari tanggal 1-28 Agustus 2011.
Dijelaskannya, untuk acara pattidana akan digelar tidak hanya di Batam tapi juga digelar di seluruh Kepri. Untuk di Vihara Budha Ratana, Tanjung Balai Karimun akan digelar, Sabtu (13/8) dengan menghubungi Bapak Erik 08127080933, sedangkan di Batam akan digelar, Minggu (21/8) di Vihara Dharma Mulia, Batam Centre dengan menghubungi Bapak Suwarno 085264978288, Kemudian akan dilanjutkan di Vihara Guna Wijaya, Tanjung Pinang, Jumat (26/8) dengan menghubungi Romo Suni 08127061655, keesokannya di Tanjung Uban dengan menghubungi Bapak Soni 08127066665, kemudian terakhir di Batam digelar, Minggu pagi (28/8) di Vihara Cetiya Manggala, Batu Aji, dengan menghubungi Bapak Sutrisno 08192691451 sedangkan sorenya akan digelar di Vihara Budha Manggala dengan menghubungi Bapak Jumadi 0817837402. (as)
